Mistisisme Jawa dalam Novel Janur Ireng Karya Simpleman

Nika Halida Hashina

Abstract


Mysticism is an orientation or interest in mystical things. The presence of mysticism, especially in Javanese society, can be seen from magic and witchcraft also its practice. There are various purposes for the occurrence of magic and witchcraft in society. Janur Ireng is one of the novels that represents the various forms and purposes of magic and witchcraft used by the public. This study discusses the representation and function of Javanese mysticism in the novel Janur Ireng by Simpleman. This research uses descriptive qualitative with a sociological approach of literature. The results and analysis reveal that mysticism is represented in the form of magic and witchcraft, occultism, sacrifice, ritual, and incest. Meanwhile, the function of mysticism is presented from characters who use magic and witchcraft as tools to aim power that can modify values and morals, especially sexuality and social stratification.

Mistisisme merupakan orientasi atau ketertarikan terhadap hal-hal mistis. Kehadiran mistisisme, khususnya pada masyarakat Jawa, dapat dilihat dari praktik ilmu sihir dan santet. Terdapat berbagai tujuan yang mendasari terjadinya sihir dan santet di masyarakat. Janur Ireng menjadi salah satu novel yang merepresentasikan berbagai bentuk serta tujuan sihir dan santet yang digunakan oleh masyarakat. Penelitian ini membahas representasi dan fungsi mistisisme Jawa dalam novel Janur Ireng karya Simpleman. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Hasil dan analisis mengungkapkan mistisisme direpresentasikan dalam bentuk sihir dan santet, okultisme, tumbal, ritual, serta pernikahan sedarah. Sementara itu, fungsi mistisisme hadir dalam pemanfaatan para tokoh yang menggunakan sihir dan santet sebagai alat dengan tujuan kekuasaan yang mampu memodifikasi nilai dan moral, khususnya seksualitas dan stratifikasi sosial.

 


Keywords


Javanese mysticism, magic & witchcraft, representation & function, and novel Janur Ireng.

Full Text:

PDF

References


Ali, H., & Totok H. (1999). Hubungan sosiologis masyarakat Osing dalam tindak kekerasan. Banyuwangi: Forum Dialog Budaya Nasional, Dewan Kesenian Blambangan.

Cronin, C. (1996). “Bourdieu and Foucault on power and modernity”. Philosophy Social Criticism, vol. 22, hlm. 55–85.

Damono, S.D. (2020). Sosiologi sastra. Jakarta: Gramedia Utama.

Foucault, M. (1978). Governmentality: In the essential Foucault. New York: The New Press.

Foucault, M. (2000). Sejarah seksualitas: Seks dan kekuasaan, terjemahan Rahayu S. Hidayat. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Geschiere, P., & Nyamnjoh, F. (1998). “Witchcraft as an issue in the ‘politics of belonging’: democratization and urban migrants' involvement with the home village”. African Studies review, 41 (3), hlm. 69–91.

Jaiz, M.A. (1980).

Masalah mistik tasawuf dan kebatinan. Bandung: Alma’arif. Kodiran. (1971). Kebudayaan Jawa dalam Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Jambatan.

Marwick, M. (1982). Witchcraft and sorcery: selected readings. Harmondsworth: Penguin.

Mulder, N. (2013). Mistisisme Jawa ideologi Indonesia. Yogyakarta: LKiS

Nariswari, F.S., & Yoesoef, M. (2019). Misteri lembah hantu: horror novel and violence in family relation dalam International review of humanities studies. International Review of Humanities Studies. https://doi.org/10.7454/irhs.v0i0.203

Nevins, J.S.S. (2020). Horror fiction in the 20th century: Exploring literature's most chilling genre. Amerika: Praeger Publishers.

Nurdin, A. (2015). Komunikasi magis: Fenomena dukun di pedesaan. Yogyakarta: PT LKiS Printing Cemerlang.

Nitibaskara, T.R.R. (2001). Teori, konsep, dan kasus sihir tenung di Indonesia. Jakarta: Peradaban.

Nurgiyantoro, B. (2010). Teori pengkajian fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Peursen, C.A.V. (1988). Strategi kebudayaan. Yogyakarta: Kanisius.

Prabowo, D.P. (2007). Glosarium istilah sastra Jawa. Yogyakarta: Narasi.

Pulliam, J.M., & Anthony, J.F. (2016). Ghosts in popular culture and legend. ABC-CLIO.

Ratna, N.K. (2008). Teori, metode, dan teknik penelitian sastra. Jakarta: Rineka Cipta.

Ruslani. (2003). Tabir mistik (alam gaib dan perdukunan terang sains dan agama). Yogyakarta: CV Qalam.

Semi, Atar. (1993). Metode Penelitian Sastra. Bandung: Angkasa.

Sholeh, Z.Z. (2019). “Pernikahan dengan jin; telaah perspektif ilmu Islam”. Institut Agama Islam Ngawi.

Simuh. (2003). Islam dan pergumulan budaya Jawa. Jakarta Selatan. Teraju.

Simpleman. (2020). Janur ireng. Jakarta: PT Bukune Kreatif Cipta.

Sumaryoto, W.A. (1995). Tinjauan atas tokoh Bhima bab wayang koleksi

Ir. J.L. Moens (LOr. 10.887-91; 10.907-910; 12.565-577). Laporan Penelitian FSUI

Surahardjo, Y.A. (1983). Mistisisme. Jakarta: Pradnya Paramita

Suseno, F.M. (1984). Etika Jawa: sebuah analisa falsafi tentang kebijaksanaan hidup Jawa. Jakarta: PT Gramedia

Wijayanti, D.K. (2019). “Deiksis persona dan kekuatan kata dalam mantra berbahasa Jawa”. Universitas Sebelas Maret.

Wiyatmi. (2010). “Konstruksi gender dalam novel Geni Jora karya Abidah El Khalieqy”. Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Yogyakarta.




DOI: https://doi.org/10.52969/jsu.v6i1.66

Copyright (c) 2022 Urban: Jurnal Seni Urban

Penerbit

Sekolah Pascasarjana Institut Kesenian Jakarta

Gedung Pascasarjana, Lt. 3, Jalan Cikini Raya no. 73 Cikini, Menteng, Jakarta Pusat. DKI Jakarta, Indonesia. 10330

T: (021) 315-9687
F: (021) 315-9617

Email: jurnalurban@pascasarjanaikj.ac.id

 

Creative Commons License
Jurnal Seni Urban is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License/ CC BY-SA 4.0